Semangkuk Cerita Sore Rikky Hastri

sesekali aku mendengar suaramu, yang lebih jernih dari biasanya. kala itu, air masih melekat diujung kemuning, angin masih menyisakan dingin karena hujan,  dan kau merubah rumitnya jarak menjadi begitu sederhana. kau tahu, kata rindu seperti sembunyi dalam ramah bibirmu, yang kini tercampur lewat bulatan-bulatan hangatnya ronde, dan gelitik manis kacang tanah. “mau aku pesankan semangkuk?” ajakku
hari ini, senja seperti surga kecil yang pernah diceritakan Ibu.”suatu saat nanti, kau akan dipertemukan oleh sebuah jawaban dari doaku”. karena bayang lembutmu terus bersamaku, kursi dan meja kini cemburu padamu. cemburu pada benang waktu yang menyatukan kita. “baiklah, nanti aku hubungi kau lagi”. benar, seharusnya aku bisa tersenyum lebih lebar sekarang
kata seorang kawan: senja yg mendung, aroma tanah basah sisa hujan barusan, semangkok ronde dan seseorang di ujung sana…