Di malam yang riuh akan butiran-butiran hujan,
ku coba untuk menuliskan apa yang ku pikirkan
Tak ingin jadi beban,
hingga kata-kata jadi sasaran
Ibarat hujan,
yang pernah aku gilai dengan nista
Saat masih ada kau, aku, dan kita
Aku masih menyukai hujan, tentu
Meski kini hanya ada kau dan aku
Namun ada saat di mana aku lelah menggilai hujan
Ku beri misal,
saat hujan mencumbui jemurun
dengan nistanya
Membuatku tak percaya pernah menggilai hujan segila itu
Tak selamanya aku akan mencintai hujan, yakinku
Sama. Seperti. Tak selamanya Rindu itu Kamu, Waktu.